Tuhan . .
aku hanyalah seorang hamba lemah
yang merasa ingin selalu Kau ibakan di setiap detik yang kian berjalan
aku bagai seorang yang haus akan rahmat Mu
seperti musafir yang terlalu letih untuk bisa mendapatkan segelas air di kala perjalanan panjangnya
aku adalah seorang yang kian terbujur kaku di saat jauh dari pelukan hangat kasih Mu
layaknya garisan pelangi yang selalu setia mencari kedatangan hujan di luasnya langit untuk mengadakan wujud kilau indah nya
karena enggan nya matahari menghentakkan terang sinar nya
di kala hura dunia menghantar ku pergi manjauh dari kilaun Mu Tuhan ku
aku seperti sosok ratu aurora yang bersembunyi dan diam menunggu sang raja ionosfer
agar anggun ku terlihat membelenggu
Tuhan . .
aku teramat sadar untuk selalu bertahan hidup berjalan di liku nya dunia yang fana ini
pula aku tidak mengetahui , entah apa daya raga ku jikalau Engkau tiada di hati
andai Engkau meminta biru nya air di luasan bentang samudera kepada ku ,
aku hanya bisa memberi ketidak jernih nya genangan air yang dapat terinjak lalu terpercik entah kemana
semua anggapan itu kian menyadari ku akan banyaknya kekurangan yang ku miliki di hadapan Mu
aku layaknya untaian debu di bioma
yang mudah sekali tergoyah untuk terbang mengikuti kehendak angin bertiup
seperti itulah dosa dosa ku
yang tidak akan tertutupi walau jarum waktu senantiasa berputar untuk mengganti hari
Tuhan . .
kiranya aku hanya seorang hamba yang terlalu merindu akan rahmat serta ridho Mu
sinari lah gelapnya sisi hati dengan biasan cahya Mu di selama ku hidup ,
bagai terik matahari di kala siang yang berteman baik dengan bulan di saat malam
untuk selalu menerangi dan menjaga bumi Mu ini tiada henti . .
No comments:
Post a Comment