Saturday, May 9, 2009

:: iseng ::


gelap langit membisik pelan pertanda akan hadirnya suasana gempita malam

dan , sayup suara terdengar ..
aku terlalu lelah untuk berada di sini , sinarku tak lagi terik seperti saat ku pagi ,
juga aku malu dengan ke huru hara an dunia yang memaksa ku untuk menyinari ..
maka tiba waktu ku untuk meminta ia ..
kelelahan matahari tergantikan oleh siaga bulan yang akan berwujud sabit pada kala nya
semua teratur dengan keadaan tersebut
tak lama , bulan pun menyadari ..
ini saat ku untuk bersiaga , tapi cahya ku tak sekuat matahari menyinari mu ..
ia pun memanggil komunitas bintang karena telah tiba waktu gemerlap nya ,
lalu lalang sepoian angin pun turut menghantar akan dinginnya udara pada saat itu ..
nuansa yang demikian membuat ku diam ..
aku terlamun , di gelap nya suasana malam dengan sepi yang setia menemaninya
termangu dalam suatu sisi yang kian membawaku pada keresahan rasa hati
bulan serta malam semakin berteman baik dengan angin ,
ia pun mengatakan untuk tetap bersama nya untuk selalu menyejukkannya ,
tetapi tidak hanya mereka yang merindu ,
melainkan aku yang telah duduk terpaku untuk sekedar dapat tersepoi oleh tenang hawa nya ..
yang tanpa tersadar membawa ingatan ku mengenai angan dirinya ..
tak dapat dipungkiri lagi .. aku merindukannya .. selalu merindukannya ..
meski , aku tau bagaimana dirinya dengan segala sifat nya
tetapi hati ku seakan terbuka , hanya untuk diri nya ..
malam semakin larut , deru angin menusuk kulit ku . dan
sabit bulan sudah terlihat ..
nyaman nya ku rasa , raga ku tenggelam akan keleluasaan hiruk pikuk malam ..
lalu suatu hal menyiratkan fikiran ku ..
bahwa seperti nya aku akan selalu di dalam suatu dunia
dunia dimana aku tertidur ..
yang senantiasa menidurkan ku pada dunia akan diri nya lalu memastikan akan tak dapat nya diri ku untuk terbangun ..
layak nya deru angin yang setia pada setiap kedatangan sang malam ..

No comments:

Post a Comment