
Halo, selamat pagi.
Kali ini gue bakal speak up tentang yang namanya perasaan,
Lebih tepatnya "cinta".
Kalau udah ngomongin ginian pasti ngga ada abisnya deh,
Ada aja yang terungkap dan tidak terungkapkan dari perasaan cinta.
Yang bener-bener tau cuma diri lo, perasaan lo, dan nggak ada yang lain.
Manusia itu dilahirkan dengan sikap dan sifat yang pasti nggak sama dengan orang lain. Gue yakin itu.
Mungkin gue sama dia punya sifat yang sama, namun belum tentu dengan sikap kita.
Sikap cenderung berubah, yes as many people said that people changed as time goes by.
Dari hal inilah gue mau sedikit mencurahkan (aduh bahasanya) mengenai perasaan. Lebih kepada exactly feelin that created by real love.
Bagi kalian yang lagi merasakan atau pernah merasakan bagaimana struggling-nya dalam membina suatu hubungan (cewek-cowok) yang lama pasti bisa didefinisikan dengan salah satu kata, yakni SULIT.
Kata lama disini sebenernya relatif ya,
Kalo dari pemikiran gue sendiri, kata berhubungan lama itu kisaran 1,5 tahun ke atas.
Hubungan yang gue maksudkan itu tentang pacaran ya, bukan sekedar temen, sahabat, atau TTM-an hehehe.
Yuk, lanjut!
Gue merasakan bahwa sangat sulit, juga dibutuhin suatu perjuangan dimana lo bener2 sedang diuji sebesar apa sih perasaan lo ke dia dan sedewasa apakah lo sebenarnya?
Bulan-bulan pertama dimana masih saling mesam-mesem, cinta yang sangat antusias, feelin happy all the time, itu pasti terjadi dan ngga mengherankan. Kita kenal masa-masa itu dengan sebutan Honeymoon-Stage.
At that stage, hubungan terasa benar-benar manis. Gue pun ngga munafik kalo gue pasti selalu merindukan masa-masa indah itu.
Haha thats currently happens in once of relationship! No doubt about it.
Pokoknya, all moments were so sweet deh. *blushing*
Setelah yang manis-manis terjadi, yang pahit-pahit nggak mau kalo ga ikutan juga ternyata.
Dia yang kita kenal perhatian banget, semuanya hal indah pake banget, telah terlihat tahap demi tahap kepribadian aslinya.
Ibarat punya mainan, dia udah bosen sama mainan yang lama, jadi udh ngga terlalu antusias lagi. (tapi gue ga bilang gue sama dgn mainan ya).
Dalam tahap ini intensitas dalam hubungan sudah mulai menurun.
Dulu yang sering, jadi jarang saat sekarang. Apapun hal nya.
Mulai deh tuh hubungan dipermainkan dengan masing-masing persepsi.
Kalau pacarannya penuh drama, alias masih belum dewasa deh pemikirannya, pasti bisa ngalahin sinetron televisi hehehe.
Yang namanya berantem, tuduh ini tuduh itu, sudah nggak bisa terelakkan.
Masing-masing punya alasan sendiri kenapa bertingkah ini dan itu.
Pada moment tersebut yang paling dibutuhkan adl kepercayaan dan meminimalisir ego,
Ketika merasa sudah terlalu parah, lebih baik berenti berseteru. Keadaan akan jauh lebih membaik karena pikiran nggak seamburadul sebelumnya.
Gue pun pernah ngelewatin masa itu kok.
Berantem, komunikasi nggak baik, adu omongan, dan banyak lagi.
Tapi pada akhirnya, pasti ada yang mengalah dan yang meminta maaf.
Yang gawat jika kedua pihak sama-sama punya ego yang tinggi,
Mungkin ngga ada kata lain selain putus.
Sulit memang.
Terlebih sulit lagi mengungkapkannya dalam sebuah tulisan.
Intinya, gue yakin orang-orang berpasangan yang bisa melewati waktu hingga lebih dari 2 tahun itu, hebat!
It needs very strong person, yang bener-bener ingin bersatu dengan menumpas segala ego bahkan mengorbankan perasaannya.
Demi menjaga suatu hubungan yang ingin sekali mereka pertahankan.
Gue belajar banyak dari pengalaman 3 tahun gue berpacaran ini..
Perasaannya campur aduk, dan seperti yang gue bilang bahwa ini SULIT!
But, i do really want to get through this, i wanna know and get my true love.
And i can say thats works, for my relationship with him.
Dan sekarang, hubungan gue sudah berjalan 3 tahun 2 bulan.
All I can say, this is hard, you need to be patient, strong, and believe.
Setelah lo bisa melewati hal-hal sulit yang banyak terjadi,
Mungkin disaat hubungan melewati masa 1-2,5 tahun,
Lo akan belajar banyak sekali hal dalam suatu hubungan.
Karena gue pun merasakan itu dan sekarang gue sudah menjadi pribadi yang jauh lebih baik, lebih kepada bagaimana gue me-manage perasaan dan cara berpikir.
Gue dan dia atau kalian akan sama-sama belajar, gimana bs menghadapi berbagai hal yang memang harus dihadapi, baik itu positif or negatif.
Semuanya akan berjalan lurus ketika keyakinan sudah menjadi fondasi dlm menjalani suatu hubungan.
All bad things will be destroyed by love.
Love turns us to the positive way. and should be that.
All is good now. My love relationship.
There's only one that you need to build your love is a TRUST.
At the end, I can assume that:
"love is not about finding the right person, but creating a right relationship.
Its not about how much love you have in the beginning, but how much love you build till the end".